Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
App Icon
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Krimsus TV Logo
LIVE

Balutan Pakaian Adat di HUT ke-36 Kota Bitung, Kapolres Arie Titipkan Pesan Damai dan Persaudaraan


BITUNG, BitungAktual.Online – Suasana khidmat dan semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Kota Bitung, Sabtu (10/10/2026). Mengenakan pakaian adat bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bitung, Ny. Hikma Arie Sulistyo, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., hadir membawa pesan tentang pentingnya merawat persatuan, menghormati perbedaan, dan menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

Upacara peringatan tersebut berlangsung di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Maesa, mulai pukul 08.00 WITA. Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Camat Lembeh Selatan Raples Paulus Masoara, S.E.

Kehadiran Kapolres bersama Ketua Bhayangkari dalam balutan pakaian adat menjadi bagian dari nuansa budaya yang mewarnai perayaan hari jadi Kota Bitung. Lebih dari sekadar penampilan, pakaian adat tersebut merepresentasikan penghormatan terhadap kekayaan budaya dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Di tengah keberagaman suku, tradisi, dan latar belakang, persatuan menjadi nilai penting yang perlu terus dipelihara. Semangat inilah yang sejalan dengan pesan Kapolres Bitung agar masyarakat senantiasa membangun kehidupan yang rukun, saling menghargai, dan bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Merawat Perbedaan, Memperkuat Persaudaraan

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho menyampaikan bahwa peringatan HUT Kota Bitung bukan hanya menjadi momentum mengenang perjalanan pembangunan daerah, tetapi juga kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

“Dengan mengenakan pakaian adat, kami ingin menunjukkan rasa hormat terhadap kekayaan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bitung. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, saling menghargai, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah ini,” ujar Arie.

Menurutnya, terciptanya lingkungan yang aman dan damai membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga perlu terus membangun komunikasi serta memperkuat kerja sama tanpa membedakan latar belakang.

Bagi Kapolres, keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk melangkah bersama. Dengan semangat toleransi dan saling menghormati, masyarakat dapat menjaga keharmonisan sekaligus mendukung pembangunan Kota Bitung.

Sinergi untuk Kota Bitung yang Aman dan Damai

Usai upacara, Kapolres Bitung turut bersalaman dan berbaur dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Momen tersebut mencerminkan pentingnya hubungan yang harmonis antarpemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Arie menegaskan, tugas menjaga keamanan tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Dukungan masyarakat dan sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan dan kedamaian akan terwujud apabila kita saling mendukung, menjaga kerukunan, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin serta mengedepankan dialog. Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-36 Kota Bitung sebagai momentum untuk memperkuat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjaga ketertiban mulai dari lingkungan masing-masing.

Persatuan Menjadi Kekuatan Membangun Daerah

Dalam pesannya, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat kebersamaan dan menjadikan perbedaan sebagai bagian yang memperkaya kehidupan sosial di Kota Bitung.

“Mari kita rawat kebersamaan dan keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Bitung. Jangan biarkan perbedaan memecah persaudaraan. Dengan semangat toleransi, gotong royong, dan sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah serta masyarakat, kita dapat terus menjaga Bitung sebagai kota yang aman, damai, dan sejahtera bagi semua,” pungkas Arie.

Peringatan HUT ke-36 Kota Bitung menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya persaudaraan, kepedulian sosial, dan kemampuan masyarakat menjaga harmoni di tengah perbedaan.

Melalui momentum tersebut, Polres Bitung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis dan profesional serta mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sebab, ketika perbedaan dirawat dengan rasa hormat dan persaudaraan dijaga dengan ketulusan, Kota Bitung memiliki fondasi yang lebih kuat untuk tumbuh sebagai kota yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh warganya.


(Red_FRT)

BitungAktual.Online — Aktual, Faktual, dan Terpercaya.


Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

News Memuat berita...