Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
App Icon
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Krimsus TV Logo
LIVE

Kapolres Bitung Bangga! Iptu Iskandar Pilih Ikhlas, 1.700 Meter Persegi Jadi Ladang Pahala untuk Sesama


Kapolres Bitung Bangga! Iptu Iskandar Pilih Ikhlas, 1.700 Meter Persegi Jadi Ladang Pahala untuk Sesama

BITUNGAKTUAL.ONLINE, BITUNG — Ketika sebagian orang berlomba mempertahankan apa yang dimiliki, Iptu Iskandar Abdul justru memilih mengikhlaskan sebagian hartanya untuk kepentingan masyarakat.

Kasi Hukum Polres Bitung itu memberikan lahan seluas kurang lebih 1.700 meter persegi di Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, untuk dimanfaatkan sebagai tempat pemakaman umum secara gratis bagi masyarakat.

Lahan tersebut kini telah digunakan sebagai lokasi pemakaman warga. Hingga saat ini, sekitar 50 orang telah dimakamkan di tempat tersebut. Bahkan, terdapat pula anggota Polri yang dimakamkan di lokasi itu.

Langkah kemanusiaan Iptu Iskandar tersebut mendapat apresiasi dari Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H.

Kapolres mengaku bangga atas kepedulian yang ditunjukkan anggotanya. Menurutnya, pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya merasa bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IPTU Iskandar Abdul atas ketulusan dan kepeduliannya kepada masyarakat,” ujar AKBP Arie.

Menurut Kapolres, lahan yang diikhlaskan tersebut kini memiliki nilai kemanusiaan yang besar karena dapat menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang, status sosial maupun kemampuan ekonomi.

Ia berharap apa yang dilakukan Iptu Iskandar dapat menjadi inspirasi bagi personel Polri lainnya untuk terus menanamkan nilai kepedulian dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui banyak cara. Apa yang dilakukan IPTU Iskandar Abdul mengajarkan kepada kita semua bahwa harta yang paling berharga bukan hanya yang kita miliki dan simpan, tetapi juga apa yang mampu kita ikhlaskan untuk memberikan manfaat kepada sesama,” tambahnya.

Ikhlas untuk Membantu Warga

Sementara itu, Iptu Iskandar Abdul mengatakan, keputusan menyediakan lahannya sebagai tempat pemakaman umum merupakan bentuk keikhlasan sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Baginya, setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Karena itu, masyarakat yang membutuhkan tempat untuk memakamkan keluarganya semestinya dapat memperoleh tempat yang layak tanpa terbebani persoalan biaya.

“Harta paling berharga bukanlah apa yang kita simpan, tetapi apa yang kita ikhlaskan karena Allah SWT semata. Sebidang tanah yang kami berikan untuk dijadikan pekuburan umum ini semoga dapat menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi siapa pun, tanpa memandang status sosial maupun kemampuan ekonomi,” ungkap Iptu Iskandar.

Ia berharap keberadaan lahan tersebut dapat membantu masyarakat, terutama keluarga yang mengalami kesulitan mendapatkan tanah pemakaman karena keterbatasan ekonomi.

“Kami berharap tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan atau bahkan ditolak hanya karena tidak memiliki uang untuk membeli sepenggal tanah pekuburan, maupun karena tidak tergabung dalam kelompok atau rukun tertentu. Siapa pun dapat dimakamkan di tempat ini dengan layak, terhormat dan penuh doa,” lanjutnya.

Berharap Menjadi Ladang Pahala

Iptu Iskandar juga berharap lahan tersebut dapat terus dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat. Ia ingin lokasi itu tetap menjadi tempat yang bersih, teduh dan layak bagi mereka yang telah lebih dahulu menghadap Sang Pencipta.

“Semoga tempat ini selalu dijaga dan dirawat. Biarlah tempat ini menjadi rumah terakhir yang tenang, teduh dan penuh doa bagi siapa pun yang telah mendahului kita dalam perjalanan menuju Allah SWT,” tuturnya.

Bagi Iptu Iskandar, apa yang dilakukannya bukan semata-mata tentang memberikan sebidang tanah, tetapi bagaimana sebuah kepemilikan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Sebagai anggota Polri, ia berharap pengabdian tersebut menjadi amal kebaikan yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sebagai anggota Polri, ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa arti Polri untuk masyarakat itu benar-benar ada dan memberikan manfaat yang nyata. Semoga apa yang kami lakukan ini dapat menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.

Kisah Iptu Iskandar menjadi gambaran bahwa pengabdian tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar dan seremonial. Terkadang, sebuah keikhlasan justru mampu memberikan manfaat yang panjang bagi banyak orang.

1.700 meter persegi lahan yang diikhlaskan tersebut kini menjadi ruang kemanusiaan—tempat masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada orang-orang yang mereka cintai tanpa harus memikirkan biaya pembelian tanah makam.

Bagi Kapolres Bitung, kepedulian seperti ini patut diapresiasi. Sementara bagi Iptu Iskandar, semoga tanah yang diikhlaskannya menjadi ladang pahala dan amal kebaikan yang manfaatnya terus mengalir untuk sesama.


(Red_FRT) 

Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

News Memuat berita...